Pages

Friday, 6 February 2015

Jeritan Aneh Pohon saat Kehausan

Jeritan Aneh Pohon saat Kehausan?

pohon hausMenggunakan irisan mati kayu pohon pinus kayu yang bermandikan hidrogel, para ilmuwan menciptakan kondisi pohon hidup. Gel kemudian terkena lingkungan kering artifisial, dan para ilmuwan mulai mendengarkan kayu mulai membuat letupan noise. Noise berasal dari gelembung udara naik dan kemudian menghilang, proses yang disebut kavitasi.
Seperti daun di pohon mengumpulkan karbon dioksida, mereka membuka pori-pori mereka, sehingga mereka rentan terhadap kehilangan air. Untuk mengatasi ini, pohon mengambil air dari tanah melalui sistem akar mereka. Upaya mencoba untuk menarik kelembaban ini dari tanah menciptakan gelembung udara.
“Kita bisa melacak artikulasi gelembung, dan apa yang kita temukan adalah mayoritas suara yang kita dengar terkait dengan gelembung,” kata Mr Marmottant.
“Saya katakan mayoritas, karena mungkin ada penyebab lain seperti celah-celah di kayu atau serangga. Namun sebagian besar dari suara yang terjadi selama kavitasi (gelembung udara kecil yang muncul di air) adalah karena gelembung ini”.
Para ilmuwan sekarang berlomba untuk mencoba membangun peralatan yang mampu mendengarkan suara-suara ajaib dan aneh yang diciptakan oleh alam.
Ini juga akan berguna karena gelembung udara dapat memblokir aliran air di pohon hidup dan dapat terbukti mematikan.
Mr Marmottant berkata bahawa dia sedang dalam diskusi awal dengan para ahli biologi untuk memproduksi sensor.
“Ahli-ahli biologi memiliki pengalaman yang baik untuk melakukan ini, jadi kami berharap bahwa penelitian kami akan membawa beberapa informasi baru tentang suara-suara yang bisa didengar di pohon-pohon”, katanya. sumber muslimina.

Sunday, 4 January 2015

Kapal PLTD Apung (wisata tsunami aceh)


Bukti kedahsyatan Tsunami yang pertama adalah Kapal PLTD Apung ini. PLTD adalah singkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel yang merupakan milik PT PLN. Sebelum tsunami, kapal ini berada di Pantai Ulee Lheue yang bertugas memasok listrik ke Banda Aceh. Percaya atau nggak, dengan entengnya gelombang tsunami membawa kapal seberat 2.600 ton ini terdampar di sebuah kampung yang bernama Gampong Punge Blang Cut, Banda Aceh.

Iboih ( Sabang )


Siapa yang tidak kenal dengan nama sabang. semua warga negara indonesia mengetahuinya. soalnya, ada lagu nasional yang menyebutkan nama sabang, yaitu lagu dari sabang sampai maroke. betul kan..iboih tempat wisata yang keren dan cantik. di iboih terkenal dengan divingnya. itu dikarenakan laut di iboih sangat cantik, dimana banyak dive site yang keren dan menarik untuk dilihat, salah satu contohnya di daerah batu tokong, pulau rubiah, sea garden, dan lain-lainya. di tempat-tempat tersebut memiliki keunikan tersendiri, mau tahu apa itu, silahkan lihat sendiri deh. di jamin anda bakal puas kalau melihatnya. nah, kalau main-main ke sabang, jangan lupa main ke iboih

Mesjid Raya Baitulrahman ( Banda Aceh )


Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh ini merupakan saksi bisu sejarah Aceh, terletak di pusat kota Banda Aceh dan merupakan kebanggaan masyarakat Aceh. Masjid Raya Baiturrahman adalah simbol religius, keberanian dan nasionalisme rakyat Aceh. Masjid ini dibangun pada masa Sultan Iskandar Muda (1607-1636), dan merupakan pusat pendidikan ilmu agama di Nusantara. Pada saat itu banyak pelajar dari Nusantara, bahkan dari Arab, Turki, India, dan Parsi yang datang ke Aceh untuk menuntut ilmu agama.
Mesjid ini merupakan markas pertahanan rakyat Aceh ketika berperang dengan Belanda (1873-1904). Pada saat terjadi Perang Aceh pada tahun 1873, masjid ini dibakar habis oleh tentara Belanda. Pada saat itu, Mayjen Khohler tewas tertembak di dahi oleh pasukan Aceh di pekarangan Masjid Raya. Untuk mengenang peristiwa tersebut, dibangun sebuah monumen kecil di depan sebelah kiri Masjid Raya, tepatnya di bawah pohon ketapang. Enam tahun kemudian, untuk meredam kemarahan rakyat Aceh, pihak Belanda melalui Gubernur Jenderal Van Lansnerge membangun kembali Masjid Raya ini dengan peletakan batu pertamanya pada tahun 1879. Hingga saat ini Masjid Raya telah mengalami lima kali renovasi dan perluasan (1879-1993).
Mesjid ini merupakan salah satu Mesjid yang terindah di Indonesia yang memiliki tujuh kubah, empat menara dan satu menara induk. Ruangan dalam berlantai marmer buatan Italia, luasnya mencapai 4.760 m2 dan terasa sangat sejuk apabila berada di dalam ruangan Mesjid. Mesjid ini dapat menampung hingga 9.000 jama‘ah. Di halaman depan masjid terdapat sebuah kolam besar, rerumputan yang tertata rapi dengan tanaman hias dan pohon kelapa yang tumbuh