Pages

Friday, 6 February 2015

Real Madrid Krisis Pemain Jelang Lawan Atletico


Real Madrid mengalami krisis pemain jelang menghadapi Atletico Madrid pada pertandingan lanjutan La Liga di Vicente Calderon, Sabtu (7/2).
Kemenangan 2-1 atas Sevilla di Santiago Bernabeu, Rabu (4/2), memang menjauhkan Madrid dari Barcelona di puncak klasemen sementara La Liga. Jarak Los Blancos dengan Barcelona saat ini terpaut empat poin.

Namun, persiapan Madrid jelang menghadapi Atletico dihadapkan sejumlah masalah karena pertandingan melawan Sevilla.

Dua pemain El Real sudah dipastikan absen untuk menghadapi Atletico. Mereka adalah gelandang James Rodriguez yang mengalami cedera retak tulang kaki kanan, dan bek kiri Marcelo karena akumulasi kartu kuning.

Selain tiga pemain di atas, pelatih Carlo Ancelotti kemungkinan besar juga tidak bisa memainkan wakil kapten Sergio Ramos. Bek tengah 28 tahun itu mengalami cedera paha kiri saat melawan Sevilla.

Kondisi lini belakang semakin diperburuk dengan absennya Pepe karena cedera tulang rusuk. Selain itu, bek kiri Fabio Coentrao, yang tidak masuk skuat untuk menghadapi Sevilla, juga diragukan tampil.

Ancelotti kemungkinan besar akan menggeser salah satu dari Alvaro Arbeloa dan Dani Carvajal untuk mengisi posisi bek kiri. Sedangkan duet di jantung pertahanan Madrid akan diberikan ke Raphael Varane dan Nacho Fernandez.

Madrid saat ini masih memuncaki klasemen sementara La Liga, unggul tujuh poin atas Atletico yang berada di posisi ketiga.

Desain dan Cetak Ponsel Anda Sendiri

 Ingin ponsel unik dengan desain sendiri? Bisa saja. Kini ditemukan teknologi yang membuat pengguna bisa merancang desain ponsel sesuka hati. Teknologi tersebut bernama PrintFone Kit, dan berfungsi untuk mencetak ponsel dalam bentuk 2D atau 3D melalui sebuah printer.

Pilot TransAsia Mungkin Mematikan Mesin yang Salah

Pilot TransAsia sempat mematikan salah satu mesin pesawat sebelum jatuh ke sungai di Taipei dan menewaskan 35 orang, Rabu (4/2). Mesin itu kemudian dinyalakan kembali, namun ternyata tak mau hidup. Itulah yang akhirnya membuat pesawat terjatuh setelah mengindari gedung dan menghantam pembatas jalan layang di Taipei.

Keterangan itu disampaikan peneliti kecelakaan pesawat, Jumat (6/2) dan diberitakan Reuters. Dewan Keselamatan Penerbangan mengatakan setelah mempelajari rekaman dalam kotak hitam pesawat, alasan pilot mematikan mesin belum jelas. Namun, kurangnya daya mesin dipastikan menjadi penyebab pesawat ATR 72-600 yang nyaris baru itu stall segera setelah lepas landas.
"Mesin pertama mengalami masalah 37 detik setelah lepas landas pada ketinggian 1.200 kaki," kata Thomas Wang, Direktur Dewan Keselamatan Penerbangan. Pilot sempat mengumumkan flameout, seperti dalam rekaman pembicaraan menara kendali lalu lintas udara yang berisi komunikasi terakhir dari pemegang kendali pesawat, yang diunggah liveatc.net.

"Mayday mayday engine flameout."

Flameout terjadi ketika pasokan bahan bakar ke mesin terganggu atau ada sistem pembakaran yang rusak, sehingga mesin mati. Namun, belum ada satu pun dari kemungkinan itu yang muncul dari hasil penyelidikan. Saat pilot menginjak pedal gas, mesin bahkan masih beroperasi dengan baik.

"Kru penerbangan menginjak pedal gas mesin dua (sisi kanan). Mesin masih beroperasi, tapi tak ada daya listrik yang dihasilkan," katanya.

Menurut rekaman dan data di kokpit, pilot pun sempat memberi stall warning lima kali.

Wang melanjutkan, mesin kanan pesawat mengalami apa yang dinamakan auto-feather. Kondisi itu mengurangi dorongan ke baling-baling pesawat. Kru penerbangan memutuskan mengurangi daya di mesin kiri dengan mematikannya, lalu berusaha menyalakannya kembali. Namun ternyata, dorongannya tak cukup.

Artinya, pesawat bermesin ganda yang seharusnya masih bisa terbang dengan satu mesin itu kehilangan daya untuk kedua mesinnya.
Masih belum ada penjelasan soal apa yang terlintas dalam pikiran pilot atau apa yang dikatakan instrumen pesawat pada kru penerbangan sehingga pengurangan daya itu dilakukan. Bukti yang ada, mengutip Reuters, menimbulkan pertanyaan apakah mereka dengan sengaja mematikan mesin yang salah.

"Itu terjadi, tapi sangat jarang," kata Paul Hayes, Direktur Keamanan di konsultan penerbangan British Ascend Flightglobal.

Salah satu kasus serupa ada pada tahun 1989. Saat itu, British Midlands Boeing 737 terjatuh di Inggris tengah setelah kru penerbangan mematikan mesin yang salah. Menurut penyidik, getaran asing dan kebisingan berkontribusi pada tragedi yang menewaskan 47 penumpang itu.

Hingga kini, pesawat TransAsia yang jatuh telah menewaskan 35 orang, sementara 15 lainnya selamat dan delapan lainnya masih hilang.

Jeritan Aneh Pohon saat Kehausan

Jeritan Aneh Pohon saat Kehausan?

pohon hausMenggunakan irisan mati kayu pohon pinus kayu yang bermandikan hidrogel, para ilmuwan menciptakan kondisi pohon hidup. Gel kemudian terkena lingkungan kering artifisial, dan para ilmuwan mulai mendengarkan kayu mulai membuat letupan noise. Noise berasal dari gelembung udara naik dan kemudian menghilang, proses yang disebut kavitasi.
Seperti daun di pohon mengumpulkan karbon dioksida, mereka membuka pori-pori mereka, sehingga mereka rentan terhadap kehilangan air. Untuk mengatasi ini, pohon mengambil air dari tanah melalui sistem akar mereka. Upaya mencoba untuk menarik kelembaban ini dari tanah menciptakan gelembung udara.
“Kita bisa melacak artikulasi gelembung, dan apa yang kita temukan adalah mayoritas suara yang kita dengar terkait dengan gelembung,” kata Mr Marmottant.
“Saya katakan mayoritas, karena mungkin ada penyebab lain seperti celah-celah di kayu atau serangga. Namun sebagian besar dari suara yang terjadi selama kavitasi (gelembung udara kecil yang muncul di air) adalah karena gelembung ini”.
Para ilmuwan sekarang berlomba untuk mencoba membangun peralatan yang mampu mendengarkan suara-suara ajaib dan aneh yang diciptakan oleh alam.
Ini juga akan berguna karena gelembung udara dapat memblokir aliran air di pohon hidup dan dapat terbukti mematikan.
Mr Marmottant berkata bahawa dia sedang dalam diskusi awal dengan para ahli biologi untuk memproduksi sensor.
“Ahli-ahli biologi memiliki pengalaman yang baik untuk melakukan ini, jadi kami berharap bahwa penelitian kami akan membawa beberapa informasi baru tentang suara-suara yang bisa didengar di pohon-pohon”, katanya. sumber muslimina.